Tampilkan postingan dengan label Mobile. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mobile. Tampilkan semua postingan

Kumpulan Aplikasi untuk Memantau Keberadaan Orang Terkasih

Trusted Contacts | Screenshot
Perkembangan teknologi semakin membantu kehidupan kita sehari-hari. Termasuk di dalamnya adalah kemampuan untuk memantau lokasi keluarga atau orang-orang terkasih melalui sebuah aplikasi. Kali ini, Tech in Asia Indonesia memberi referensi aplikasi-aplikasi yang memudahkan kamu untuk menemukan atau memantau lokasi mereka yang kamu kasihi.

Bosco Parent app – Family safety

Bosco App | Screenshot
Aplikasi ini memungkinkan orang tua melacak keberadaan anak-anak mereka secara real time. Selain itu, Bosco juga memiliki fitur untuk membantu orang tua memantau kegiatan anak-anaknya ketika menggunakan smartphone secara online. Melalui fitur ini, orang tua bisa mengetahui aktivitas anaknya ketika mengakses media sosial seperti Facebook, Twitter, maupun Instagram.
Untuk menggunakannya, orang tua harus mengunduh aplikasi ini terlebih dahulu di smartphone mereka. Selanjutnya, orang tua harus memasukkan tambahan informasi seperti nomor ponsel anak. Nantinya, nomor ponsel anak akan menerima SMS yang berisi tautan untuk mengunduh aplikasi Bosco versi anak yakni Bosco Child – Keeps Kids Safe. Setelah aplikasi terpasang, maka orang tua sudah bisa memantau lokasi dan kegiatan anaknya ketika menggunakan smartphone.

Trusted Contacts

Trusted Contacts | Screenshot
Aplikasi buatan Google ini memungkinkan penggunanya mengetahui secara real time lokasi orang yang mereka sayangi. Pengguna bisa memilih hingga lima puluh kontak yang ia yakini ketika akan memberikan update lokasinya. Untuk menggunakannya, kamu harus memberikan izin dulu pada mereka yang ingin mengetahui lokasimu. Jika dalam lima menit kamu tidak merespon, Trusted Contacts akan mengirimkan pada mereka di mana lokasi terakhir keberadaanmu.
Ketika kamu membagi lokasi keberadaanmu, mereka yang menjadi kontak terpercayamu bisa melihat pergerakanmu melalui map. Pihak Google menjelaskan aplikasi ini bagus untuk membantu seseorang ketika pulang larut malam.

Famy

Famy | Screenshot
Aplikasi ini buatan developer asal Korea, Spacosa, yang memang fokus membuat aplikasi bertema keluarga dan kemudahan berkomunikasi di antara keluarga. Famy dirilis sejak Oktober 2013 dan sudah mendapat lebih dari satu juta unduhan.
Jika dibandingkan dengan aplikasi serupa, Famy memiliki fitur yang cukup lengkap, yakni memberi lokasi secara akurat, merekam & menyimpan jejak lokasi yang telah dilalui, memiliki empat pilihan mode untuk penandaan lokasi tiap anggota keluarga melalui peta, tidak membuat baterai boros, dapat digunakan sebagai grup chatting antar keluarga & mengirim lokasi, mengirim pesan bahaya atau SOS, dan dapat juga digunakan untuk chatting perorangan.

Glympse – Share GPS Location with Friends and Family

Glympse | Screenshot
Di negara dengan pengguna aplikasi BBM (BlackBerry Messenger) yang masih tinggi seperti Indonesia, pasti sudah pernah mendengar nama aplikasi Glympse. Ya, developer asal Washington, Amerika Serikat ini memang berpengalaman dalam aplikasi navigasi sejak 2008. Terutama fitur yang mereka sematkan ke dalam aplikasi BBM yang memungkinkan kamu untuk mengetahui lokasi lawan bicara di dalam aplikasi ini.
Aplikasi ini seperti media sosial, kamu bisa follow orang-orang terdekat dan berbagi lokasi dengan mereka. Beberapa fitur lainnya adalah kemudahan chatting langsung dengan orang lain tanpa aplikasi tambahan, dapat digunakan di belahan dunia manapun dengan mengandalkan GPS atau mobile data, dan tanpa menguras banyak baterai smartphone kamu.

Airbus Tengah Merancang Taksi Terbang yang Bisa Dipesan lewat Aplikasi

Airbus, perusahaan yang dikenal sebagai produsen beragam jenis pesawat terbang dan helikopter, berencana menguji prototipe mobil terbang pada akhir tahun 2017. “Saat ini kami masih dalam tahap eksperimen, dan kami mengembangkan teknologi ini dengan sangat serius,” jelas CEO Airbus, Tom Enders, seperti ditulis BGR.
Konsep mobil terbang seperti yang disebutkan oleh Airbus bukanlah hal baru. Sudah ada beberapa perusahaan lain yang mendesain mobil dengan kemampuan serupa, seperti yang dilakukan oleh AeroMobil atau Terrafugia. Namun, prototipe yang dirancang oleh Airbus memiliki kemampuan unik, yaitu dapat beroperasi secara otomatis tanpa memerlukan kendali dari penumpang.
Prototipe mobil terbang bernama Project Vahana yang tengah dirancang Urban Air Mobility, salah satu divisi dalam Airbus, akan mampu mengangkut satu orang penumpang. Mobil tersebut rencananya dilengkapi teknologi VTOL (vertical take off and landing) yang membuatnya mampu lepas landas serta mendarat secara vertikal, tanpa memerlukan landasan pacu.

Solusi kepadatan lalu lintas

Flyover Concept Airbus | Image
Menurut Enders, Project Vahana adalah salah satu solusi untuk menghindari kemacetan di jalan.
Seratus tahun lalu, moda transportasi di daerah perkotaan menuju ke bawah tanah. Kini kami memiliki teknologi untuk membawanya ke angkasa.
Karena beroperasi di udara, Enders menyebutkan bahwa mobil terbang bisa mengurangi biaya pembangunan infrastruktur kota karena tidak memerlukan jalan raya, jembatan, dan lainnya. Mobil terbang buatan Airbus juga dirancang ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan berbagai teknologi mutakhir dan energi listrik, mobil tersebut akan memiliki tingkat polusi yang rendah.

Masih panjang dari realisasi

CEO Airbus Tom Enders | Photo
Tom Enders, CEO Airbus
Meski demikian, Rodin Lyasoff selaku CEO dari A3 yang merupakan salah satu anak perusahaan Airbus Group dan partner dalam pengembangan mobil terbang, menyebutkan bahwa pihaknya masih menghadapi berbagai kendala untuk merealisasikan teknologi ini. Salah satu yang tengah mereka coba pecahkan adalah sistem untuk mencegah sesama mobil terbang agar tidak saling bertabrakan di udara.
Selain itu, Airbus berencana untuk membuat aplikasi untuk mobil terbangnya. Dengan aplikasi tersebut, pengguna bisa memesan mobil terbang untuk datang menjemput dan mengantar ke tujuan, layaknya layanan transportasi online saat ini.
Airbus hingga kini belum menyebutkan kapan mobil terbang buatannya akan dipasarkan secara komersial. Namun, Enders cukup optimis dengan proyek yang tengah digarap oleh perusahaannya ini. “Di masa depan yang tidak terlalu jauh, kita akan menggunakansmartphone untuk memesan taksi terbang yang akan mendarat di depan rumah kita, dan taksi tersebut dapat beroperasi secara otomatis tanpa pilot,” pungkas Enders

Masyarakat Indonesia Adalah Pengunduh Aplikasi Terbanyak Keempat di Google Play

Pada tanggal 17 Januari 2017, perusahaan analisis aplikasi mobile AppAnnie merilis laporan terbaru terkait tren penggunaan aplikasi sepanjang tahun 2016. Dalam laporan tersebut, Indonesia menempati posisi keempat dalam daftar negara dengan jumlah unduhan aplikasi terbanyak di Google Play, naik dari posisi keenam di tahun 2015 setelah berhasil menyalip Rusia dan Meksiko.
Hal ini seperti menandakan kalau Android masih merupakan platform yang cukup populer di tanah air. Masyarakat Indonesia cukup sering mengakses aplikasi Android, dengan total waktu akses dari seluruh pengguna dalam negeri mencapai sekitar 50 miliar jam setahun. Total penggunaan tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara keempat dengan waktu akses aplikasi terlama di luar Cina.
AppAnnie Report 2016 | Screenshot
Cina, Amerika Serikat, dan Jepang masih menguasai total unduhan aplikasi di Apple App Store. Indonesia belum berhasil menembus peringkat sepuluh besar dalam daftar tersebut, meski sebenarnya Apple App Store merupakan platform penyumbang pendapatan terbanyak untuk para pembuat aplikasi mobile.
Secara global, AppAnnie mencatat peningkatan sebesar lima belas persen dalam jumlah unduhan aplikasi baik di platform iOS maupun Android. Sedangkan dalam hal pendapatan yang diterima developer, terjadi peningkatan sebesar empat puluh persen.
Berbagai data tersebut seperti menunjukkan kalau bisnis aplikasi mobile kian menjanjikan bagi para developer. Hal ini pun didukung dengan kian seringnya masyarakat dunia dalam mengakses aplikasi, yang menurut AppAnnie telah mencapai angka sembilan ratus miliar jam, alias naik dua puluh persen dibanding tahun 2015 lalu.

Beberapa tren baru di bisnis aplikasi mobile

AppAnnie Revenue | Screenshot
Menurut AppAnnie, ada beberapa tren menarik yang mereka lihat sepanjang tahun 2016 kemarin. Yang pertama adalah pendapatan aplikasi video streaming yang meningkat secara signifikan, seperti yang dialami oleh YouTube dan Netflix. Di Indonesia sendiri, telah ada beberapa layanan serupa yang telah hadir, mulai dari Genflix, HOOQ, hingga iFlix.
Tren kedua yang juga tak kalah menarik menurut AppAnnie adalah kian populernya aplikasi fintech seperti PayPal dan Venmo. Dibandingkan tahun 2015 yang lalu, pengguna aktif Venmo bahkan meningkat hingga dua kali lipat. Fenomena ini seperti seiring dengan perkembangan startup fintech di tanah air yang juga kian tumbuh dengan cukup pesat.
read also

Terakhir, AppAnnie menyatakan kalau makin banyak masyarakat yang memilih untuk berbelanja lewat aplikasi mobile saat pesta diskon seperti Single’s Day dan Harbolnas. Mereka pun kian tertarik dengan konten promosi berbentuk video, yang disebarkan lewat aplikasi media sosial

VIDEO 5 TEKNOLOGI MASA DEPAN YANG MENAKJUBKAN ✔