Tampilkan postingan dengan label GAME. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GAME. Tampilkan semua postingan

Pelajaran yang Bisa Dipetik dari Tiga Game Indie Terlaris di Steam pada Tahun 2016

Tahun 2016 merupakan tahun yang penuh dengan game berkualitas tinggi. Baik perusahaan besar maupun tim-tim indie sama-sama berhasil menghasilkan produk berkesan, beraneka ragam, dan tentunya juga sukses di pasaran. Ini semua mematahkan stigma bahwa game indieidentik dengan harga murah, mutu tak jelas, serta tampilan visual yang begitu-begitu saja.
Valve telah merilis daftar game terlaris di Steam sepanjang tahun 2016. Di antara gempuran judul-judul raksasa seperti Fallout 4 dan The Witcher 3: Wild Hunt, ternyata ada beberapagame indie yang mampu bersaing di peringkat atas. Mari kita tengok kembali tiga game indieterlaris di Steam pada tahun 2016, serta pelajaran yang bisa kita ambil dari kiprah para developernya.

No Man’s Sky

No Man's Sky | Featured
No Man’s Sky banyak memicu kontroversi, tapi secara bersamaan juga berhasil menuai kesuksesan besar. Hello Games selaku developer patut kita acungi jempol karena berani membuat game dengan semesta virtual yang begitu luas berkat algoritma prosedural khusus. Terlepas dari gameplay dan konten yang masih bisa diperbaiki, algoritma ini adalah terobosan yang bisa mengubah metode desain level game di masa depan.
Kita juga tak boleh melupakan kejadian di malam Natal tahun 2013, ketika markas Hello Games di kota Guildford, Inggris, terkena musibah banjir. Aset-aset berharga, termasuk komputer dan barang-barang elektronik, lenyap atau musnah di malam tersebut. Tapi Hello Games bangkit lagi dan melanjutkan pengembangan No Man’s Sky lewat backup data milik mereka.
No Man’s Sky bukan produk yang sempurna. Tapi di balik kekurangan-kekurangannya, terdapat semangat juang serta idealisme kuat yang bisa kita teladani. Hello Games ke depannya juga harus belajar agar tidak terlalu banyak menjanjikan hal yang tak pasti, karena ketika janji-janji tidak terpenuhi, hasilnya adalah rasa kecewa.

Rocket League

Rocket League | Screenshot 1
Sebenarnya Rocket League dirilis pada bulan Juli 2015, tapi setahun kemudian, gamegabungan antara “bom bom car” dan sepak bola ini masih terus melaju sebagai salah satugame indie terpopuler di Steam. Menurut data SteamSpy, sampai sekarang Rocket League telah terjual sebanyak lebih dari 4,9 juta kopi! Angka yang sangat fantastis, dan bahkan belum termasuk penjualan versi PS4 dan Xbox One.
Resep kesuksesan Rocket League (selain konsep kocak dan gameplay yang seru) terletak pada frekuensi munculnya konten-konten baru. Harga jualnya yang hanya Rp135.999 sebetulnya tergolong murah, tapi Psyonix selaku developer terus menambahkan barang-barang kosmetik, mode, arena, hingga event baru selama setahun terakhir. Hasilnya, Rocket Leaguepunya value sangat tinggi dibanding uang yang dikeluarkan saat membeli.
Psyonix juga pandai memanfaatkan momen-momen seputar kultur pop lain untuk membuat konten tematik. Sebagai contoh, ketika film Batman v Superman: Dawn of Justice muncul, mereka merilis Batmobile sebagai DLC berbayar. Di lain waktu, DLC DeLorean hadir untuk merayakan ulang tahun Back to the Future ketiga puluh. Selalu ada yang baru di Rocket League, sehingga game ini tak pernah sepi dari peminat.

Stardew Valley

Stardew Valley | Screenshot 1
Sebagai sesama game yang dirilis di tahun 2016, total pendapatan Stardew Valley memang masih di bawah No Man’s Sky. Namun dari sisi angka penjualan, game bertema kehidupan bercocok tanam ini menang telak. Stardew Valley terjual sekitar dua juta kopi sejak Februari 2016 (menurut SteamSpy), dan beberapa waktu lalu baru saja dirilis untuk PS4 serta Xbox One.
Stardew Valley adalah contoh sempurna game yang dibuat oleh penggemar untuk penggemar. Sang developer bernama Eric Barone adalah pengagum berat seri Harvest Moon serta Rune Factory, dan ia benar-benar mencurahkan kecintaannya terhadap dua judul tersebut lewatgame ini. Barone juga mengidentifikasi hal-hal yang menurutnya kurang, kemudian mengubahnya menjadi lebih menyenangkan dengan caranya sendiri.
Barone sangat terbuka terhadap masukan dari komunitas. Ia juga mau bekerja sama dengan perusahaan lain untuk membantu penerbitan, lokalisasi bahasa, serta porting ke platform lain. Namun ia tetap punya visi jelas terhadap wujud game yang ia inginkan. Terbukti, ketika banyak pihak meminta agar mekanisme memancing diubah, Barone bergeming dan memilih untuk mempertahankan gameplay buatannya.

Secara singkat, kita bisa merangkum formula kesuksesan tiga game indie di atas ke dalamempat poin utama, yaitu:
  • Visi yang jelas,
  • Keterbukaan,
  • Semangat kerja yang tinggi, serta
  • Penambahan konten berkala.
Sekilas poin-poin ini terdengar sederhana, namun pada praktiknya tidak semua developer bisa menerapkan hal-hal tersebut dengan konsisten.
Di era modern ini, batas antara game indie dan AAA menjadi semakin kabur. Shahid Kamal Ahmad (mantan pimpinan tim manajemen konten Sony Computer Entertainment Europe)pernah berkata bahwa label “indie” atau “AAA” bukan pemisah antara satu jenis gamedengan game lainnya.
Game adalah game, dan yang terpenting adalah kualitas serta kreativitas di dalamnya. Semoga di tahun 2017 ini kita bisa melihat lebih banyak game indie yang lebih baik dan lebih sukses dari tiga judul di atas.

Bisakah Viralitas “Om Telolet Om” Mengikuti Kesuksesan Tahu Bulat?

Tahun 2016 adalah tahun yang sangat “bising”. Banyak hal terjadi baik dari segi politik, hiburan, ataupun teknologi. Seakan-akan menggambarkan kebisingan tahun ini, kita semua pun harus disajikan dengan sebuah fenomena viral yang benar-benar berisik secara harfiah: “om telolet om.”
Jika kamu baru keluar dari gua, mungkin kamu belum begitu familier dengan “om telolet om”. Tapi jika kamu cukup aktif di media sosial atau melakukan perjalanan keluar rumah, tentunya kamu paham betul fenomena “om telolet om” yang awalnya populer di jalur Pantura, namun tiba-tiba terbawa ke dunia internet yang menyenangkan.

Dari Pantura ke dunia digital

Mungkin kamu bertanya-tanya apa hubungannya “om telolet om” —yang telah menyita perhatian banyak selebriti internasional— dengan industri teknologi. Jawabannya simpel! Kamu cukup mengakses Google Play Store dan ketik “om telolet om” di kolom pencarian. Lihatlah seperti apa hasilnya!
Om Telolet Om Google Play Store | Screenshot
Saya bahkan harus zoom out cukup jauh untuk dapat menampilkan seluruh hasil pencariannya
Hanya terpaut beberapa hari sejak fenomena ini populer, kamu sudah bisa menemukan puluhan game dan aplikasi yang memanfaatkan momentum keviralan “om telolet om.” Hal ini cukup mengingatkan saya dengan fenomena ketika Own Games memperoleh kesuksesan melalui Tahu Bulat atau ketika banyak tiruan Flappy Bird dan Threes (dengan judul 2048) mengotori Play Store.
 Eldwin Viriya, CEO dari Own Games bercerita tentang bagaimana dia memulai Tahu Bulat dan hubungannya dengan fenomena makanan viral yang penuh kearifan lokal tersebut.
Sebenarnya Tahu Bulat tidak terinspirasi dari meme, tapi dari tukang tahu bulat yang saya lihat sungguhan. Saya rasa bisnis tahu bulatnya sendiri unik dan bagus untuk diangkat menjadi game. Ketika dicari di Play Store pun tidak ada game Tahu Bulat. Karena itu kami coba membuat game dengan tema tersebut.
Fenomena Tahu Bulat di internet memang tak sebesar keunikan suara klakson truk dan bus yang terjadi saat ini. Tapi kenyataan justru sebaliknya. Begitu game Tahu Bulat populer di pasaran, maka tiruan dan pencuri konten, serta popularitas Tahu Bulat sebagai meme pun bermunculan di internet. Tapi bukan berarti keunikan Tahu Bulat tidak cocok menjadi meme lo!
Eldwin pun menyetujui teori bahwa Tahu Bulat menjadi besar berkat viralitas yang berkembang menjadi meme. Tapi ada satu hal yang membedakan Tahu Bulat dengan banyaknya game yang dikembangkan semata-mata demi mengejar viralitas.
Tahu Bulat | Screenshot

Kualitas di atas viralitas

Satu hal yang menjadi kekurangan game yang mengejar viralitas adalah kualitas yang rendah. Padahal kualitas ini begitu krusial dan wajib dimiliki semua game di dunia. Fakta bahwa pengembang harus dikejar-kejar waktu sebelum viralitas redup atau diambil developer lain mungkin menjadi batasan tersendiri.
Game juga memerlukan hal lain, seperti diungkapkan Eldwin: “game Tahu Bulat tidak sepenuhnya memanfaatkan meme, tapi juga menambah value dari apa yang sedang viral tersebut.”
Value ini bisa hadir dalam berbagai bentuk. Tapi untuk game, tentunya kualitas menjadi kunci. Tidak baik bila game yang dikembangkan kelak hanya membuang waktu dan uang para pemain, karena developer terlalu buru-buru membuatnya.
Untuk urusan ini, Own Games cukup diuntungkan karena mereka tidak perlu dikejar waktu redupnya viralitas. “Kami tidak tergesa-gesa karena meme. Sebenarnya meme Tahu Bulat sendiri tidak seviral telolet sekarang. Ketika mau merilis game Tahu Bulat, saya coba googling singkat, dan berita terakhir tentang tahu bulat sudah lewat sekitar dua minggu,” katanya
“Kami justru tergesa-gesa karena ketika ditunjukkan di acara Pasar Komik Bandung, respons dari para pemainnya bagus. Jadi kami malah takut mereka keburu pada lupa kalau ada game tersebut, hahaha.”

Manfaatkan momen

Jam Telolet Jam | Screenshot
Tidak ada yang salah dengan membuat game simpel bertema telolet ataupun aplikasi klakson sebagai aktivitas iseng yang mungkin hit. Tapi akan lebih baik jika momen ini tidak dimanfaatkan dengan maksimal.
Beberapa contoh menarik yang dapat dilihat di Google Play Store adalah bagaimana beberapa developer game memberikan update simpel di game mereka yang berhubungan dengan kepopuleran telolet. Contohnya seperti yang dilakukan game Cute Munchies, Ngamen Nonstop, atau Juragan Terminal.
Dengan update simpel yang menambah fitur minor berhubungan dengan telolet, beberapa game tersebut mendapatkan kesempatan untuk memanfaatkan optimisasi mesin pencari Play Store dengan kata kunci “om telolet om” dan di saat bersamaan tetap menyajikan game dengan kualitas gameplay dan visual yang terpoles.
Seandainya developer tetap ingin membuat sesuatu yang baru, mengikuti acara game jam seperti yang diadakan sekelompok developer lokal pun bisa menjadi solusi. Bahkan saking populernya “om telolet om,” game jam ini didukung langsung oleh situs Gamejolt!

MSI Akan Meluncurkan PC Pendukung VR Berbentuk Tas Punggung

MSI VR One|Featured Image
Pada Computex 2016 beberapa bulan silam, MSI sempat memperlihatkan sebuah prototipe pendukung virtual reality (VR) yang berbentuk seperti tas punggung. Dikombinasikan dengan Oculus Rift atau HTC Vive, perangkat ini akan memungkinkan pengalaman VR yang lebih leluasa pada penggunanya, karena mereka tidak lagi terbatas oleh kabel seperti jika menggunakan VR di PC.
Kini, prototipe tersebut tidak lagi dilanjutkan, karena ternyata MSI telah menyempurnakan perangkat pendukung VR lain, MSI VR One.

Teknologi yang rencananya akan diperkenalkan oleh MSI dan HTC pada perhelatan Tokyo Game Show 2016 ini adalah perangkat wearable pendukung VR berbentuk backpack pertama di dunia. Ditenagai oleh prosesor Core i7 terbaru dan seri GTX 1000, MSI VR One diklaim empat puluh persen lebih cepat dari model prototipe yang diperkenalkan MSI pada Computex 2016 lalu.
MSI VR One|Image 3
Selain dilengkapi dengan konfigurasi hardware terkini, MSI VR One juga memiliki bobot lebih ringan dibandingkan prototipe sebelumnya. Prototipe dari “PC gendong” ini memiliki berat 5 kg, sementara MSI VR One memiliki berat 3,7 kg. Berat dari MSI VR One masih lebih ringan dibandingkan laptop gaming dengan spesifikasi yang sama. Ini akan membuat penggunanya semakin leluasa untuk “bertualang” di dunia VR tanpa perlu khawatir punggung mereka akan pegal.
Kemampuan hardware dari MSI VR One juga didukung oleh penggunaan baterai dengan kapasitas besar, yang mampu bertahan selama kurang lebih 1,5 jam permainan. Dengan adanya baterai berkapasitas raksasa ini, pengguna tidak perlu lagi takut permainannya akan terhenti saat sedang seru-serunya.
MSI VR One|Image 5
Selain itu, MSI VR One juga dilengkapi dengan piihan konektivitas lengkap, seperti 4 port USB 3.0, 1 port HDMI, 1 Mini DisplayPort, 1 port USB Type-C yang mendukung Thunderbolt 3, 1 microphone jack, dan 1 headphone jack.

Dapat dikatakan bahwa MSI VR One adalah sebuah “PC gendong”, di mana produk ini akan menghasilkan panas ketika digunakan, sama seperti PC pada umumnya. Tanpa adanya solusi pendingin yang mumpuni, pengguna akan enggan untuk “menggendong” perangkat ini terlalu lama di punggung mereka.
Untuk mengatasi panas berlebih, MSI VR One menggunakan Dual 9 cm Ultra Blade Fan dengan sembilan buah heat pipe. Ini akan membuat suhu VR One tetap “dingin” walaupun digunakan dalam waktu yang lama.
MSI VR One|Image 4
MSI VR One|Dragon Center
MSI belum memberikan keterangan lengkap terkait dengan spesifikasi pendinginan pada MSI VR One, tetapi dari gambar yang dikirimkan bersama siaran pers, terlihat adanya dua lubang udara masuk pada bagian depan, dua lubang udara masuk pada bagian belakang, dan lubang udara keluar pada bagian sisi perangkat wearable pendukung VR  ini.
Kami belum mendapatkan informasi lebih lanjut tentang MSI VR One, tetapi menurut perkiraan, wearable pendukung VR ini akan memiliki banderol harga yang sama dengan laptop gaming MSI, melihat adanya kemiripan dari segi spesifikasinya.

4 Keunggulan Yoga Book Lenovo

Untuk kalangan pengguna gadget yang merasa terlalu ribet dalam menggunakan smartphone, komputer, dan tablet secara bersamaan, tablet PC Yoga Book 2 in 1 dari Lenovo, nampaknya bisa menjadi pilihan utama.
Sejak diluncurkan pada pertengahan September 2016, tablet PC Yoga Book keluaran Lenovo telah berhasil memikat banyak media teknologi di seluruh dunia dengan desainnya yang cantik. Selain itu, jeroan yang ada didalamnya juga tergolong ciamik.
Kalau belum percaya, simak ulasan kecanggihan dan kelebihan dari tablet Lenovo Yoga Book, seperti dilansir laman Mozaic.

 

Tampilan Desain 
 Secara desain, laptop yang bisa diputar hingga 360 derajat memang sudah ada sebelum Yoga Book. Yang membuat Lenovo Yoga Book inovatif adalah desainnya yang super tipis, hanya 9,6 mm. Bentuk dari Yoga Book ini juga benar-benar di desain untuk menyerupai sebuah buku dan bisa dilipat hingga 180 derajat.
Yoga Book memiliki 2 bagian. Bagian atas mempunyai fungsi sebagai layar dan juga merupakan layar sentuh. Yang menjadi pusat perhatian terletak pada bagian bawahnya yang bisa berfungsi sebagai keyboard.
 

Keyboard Serbaguna
Berbeda dengan laptop, bagian bawah Yoga Book tidak hanya berfungsi sebagai keyboard. Bagian bawah yang didesain dengan teknologi menyerupai layar sentuh ini bisa berguna sebagai Wacom atau alas mencatat. Jika senang menggambar, tablet PC ini akan sangat membantu karena tidak perlu membawa Wacom terpisah.
Keyboard pada Lenovo Yoga Book bukanlah berbentuk tombol seperti pada umumnya. Keyboard ini merupakan LED backlit sehingga penggunanya merasa sedang mengetik pada layar sentuh seperti smartphone atau tablet.
 

Stylus Pen
Lenovo Yoga Book dilengkapi dengan stylus yang mempunyai dua fungsi. Stylus pertama digunakan untuk sketsa atau menulis secara digital, layaknya desainer yang menggambar menggunakan Wacom.
Adapun fungsi yang kedua dari stylus ini, bisa diganti dengan ujung pena bertinta. Selain untuk menulis seperti biasa, penggunanya juga bisa meletakkan kertas di atas papan stylus dan menulis di sana. Tulisan di atas kertas tersebut juga akan muncul di layar Yoga Book.
 

Sistem Operasi
Untuk memudahkan penggunanya, Lenovo secara khusus membuat 2 versi OS dari Yoga Book. Versi pertama menggunakan Windows 10 dan versi kedua menggunakan Android.





Azure Saga: Pathfinder – RPG Karya Anak Bangsa yang Akan Hadir di Platform Mobile

 
Azure Saga Pathfinder | Featured
Sejak merilis Chill Out! Zombies tahun lalu, keberadaan MassHive Media sebagai developer game seolah hilang ditelan bumi. Setelah cukup lama tidak terdengar kabarnya, developer asal Bandung tersebut langsung memamerkan proyek terbaru mereka berjudul Azure Saga: Pathfinder pada ajang Popcon Asia 2016 yang juga dimeriahkan oleh sekelompok developer game lain.
Berbeda dari Chill Out! Zombies maupun Vimala: Defense Warlords yang telah dirilis oleh MassHive Media sebelumnya, karya terbaru mereka kali ini mengusung genre RPG bernuansa sci-fi dan fantasi. Kamu akan mengikuti kisah seorang pemuda bernama Synch berkelana ke luar angkasa demi menyelamatkan ayahnya yang terjebak di suatu planet.
Azure Saga Pathfinder Booth | Photo
Azure Saga: Pathfinder telah dikerjakan oleh MassHive Media selama kurang lebih setengah tahun. Versi demo yang dipamerkan dalam ajang Popcon Asia 2016 mencakup episode pertama dari kisah epik Synch. Walau hanya menampilkan sepenggal dari keseluruhan game, kisah pembuka yang disampaikan lewat animasi keren serta mekanisme gameplay yang disajikan tampak cukup menjanjikan.
Berbagai elemen dalam Azure Saga: Pathfinder akan terasa familier untuk para penggemar RPG. Kamu akan menjumpai sistem eksplorasi pada dunia yang digambarkan secara isometris, mekanisme pertarungan turn-based, serta sistem equipment yang dapat dikustomisasi.
Azure Saga Pathfinder | Screenshot 1 Azure Saga Pathfinder | Screenshot 2
Para karakter dalam Azure Saga: Pathfinder tampak hidup dengan dua teknik animasi berbeda yang digunakan MassHive Media. Kamu dapat melihat karakter bergerak dengan animasi yang dibuat menggunakan sprite pada mode eksplorasi. Saat sedang bertarung, para karakter digerakkan melalui teknik skeletal animation. Ekspresi wajah masing-masing karakter juga akan berubah-ubah sesuai dengan aksi yang tengah berlangsung.
Selain dilengkapi mekanisme yang terdapat dalam RPG kebanyakan, Azure Saga: Pathfinder juga memiliki unsur visual novel. Narasi dan percakapan antar tokoh dalam game disampaikan lewat boks teks serta tampilan karakter dalam pose maupun ekspresi yang berubah-ubah, layaknya dalam sebuah visual novel.
Azure Saga Pathfinder Visual Novel | Screenshot
Azure Saga: Pathfinder dikembangkan sebagai RPG premium pada platform mobile yang dapat dimainkan secara offline. Walau MassHive Media belum memiliki jadwal perilisan pasti untuk game tersebut, namun sejauh ini mereka berencana menghadirkannya pada tahun 2017 nanti.
Kamu bisa mengikuti terus berita terbaru game ini melalui akun media sosial di Facebook. Kamu juga dapat mendaftarkan email kamu di situs resmi Azure Saga: Pathfinder untuk terus mendapatkan update seputar perkembangannya.

Pokémon GO Mulai Diaplikasikan Sebagai Bagian Pembelajaran di Kampus

 
Pokemon GO Masuk Kampus | Featured
Mewabahnya permainan Pokémon GO di kalangan anak muda seakan menjadi perhatian khusus. Bahkan salah satu universitas ternama, Salford University di Inggris menerapkan Pokémon GO ke dalam sistem perkuliahan. Hal tersebut tentu menarik antusiasme banyak kalangan untuk mengetahui lebih lanjut dasar pemilihan game ini sebagai bagian pembelajaran.
Dosen Salford University, Dr David Kreps menjelaskan bahwa Pokémon GO akan masuk dalam jurusan Bisnis dan Teknologi Informasi. Dengan menggunakan berbagai sistem informasi yang diakses melalui internet, kamera digital dan sensor lokasi berbasis GPS pelajaran diharapkan bisa lebih mudah dipahami oleh mahasiswa.
Pokemon GO Nintendo | Ilustrasi
“Meski begitu, prosesnya bukan sekadar menangkap monster. Akan lebih kompleks pastinya,”ungkap Kreps.
Ini bukan pertama kalinya Pokémon GO diterapkan sebagai bagian perkuliahan. Sebelumnya, Idaho University juga menggunakan game ini sebagai prasyarat kelulusan mahasiswanya pada mata kuliah Pop Culture Games.

Bagaimana bila diterapkan di Indonesia?

Sampai saat ini, Indonesia menerapkan sistem wajib belajar 12 tahun. Sistem ini berada dibawah pengawasan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan menanamkan sikap positif, pengetahuan akademis dan keterampilan.
Namun ada beberapa sistem pembelajaran di Indonesia yang mendapatkan pengaruh dari sistem pendidikan asing. Salah satu sistem yang diterapkan yakni sistem pendidikan dari Amerika Serikat. Kurikulum ini fokus pada science, technology, engineering, art and math (STEAM) serta kemampuan kognitif yang dikembangkan melalui ilmu aplikatif dan daya kreativitas.
Bila menilik kurikulum tersebut, Pokémon GO bisa dibilang mewakili fokus yang ada di dalamnya. Namun berkaca dari isu pelarangan game ini di berbagai institusi pemerintah dan sekolah, rasanya penerapan sistem ini masih jauh dari kenyataan.

Bagaimana Startup VR Akan Mengubah Dunia di Tahun 2017

VR Startup Impact | Featured
Virtual reality tengah menjadi salah satu topik yang hangat di kalangan peminat teknologi dan game. Dengan diluncurkannya PS VR beberapa waktu lalu, Sony mencoba menghadirkan perangkat VR yang lebih murah dan terstandar. Microsoft pun tak mau kalah, mereka juga baru mengumumkan headset VR dengan harga US$299 (sekitar Rp3,9 juta).
Di Indonesia, salah satu perusahaan yang menggeluti bidang ini adalah Octagon Studio. Octagon mencoba menghadirkan layanan virtual reality yang murah dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Produk mereka mencakup Octagon VR Luna—headset VR dengan harga sangat terjangkau—serta layanan wisata virtual lewat ribuan foto panoramic yang bisa dinikmati lewat VR.
Dalam konferensi Tech in Asia Jakarta 2016, Stella Setyiadi (Chief of Marketing Octagon) dan Fitriani Rahmah (Head of VR Octagon) berbagi wawasan tentang bagaimana VR akan mempengaruhi dunia startup di tahun 2017. Berikut ini potensi VR di masa depan serta hal-hal yang perlu diperhatikan untuk memaksimalkanya.

Pengguna VR diprediksi akan terus meningkat

Era virtual reality telah tiba. Dengan munculnya para pemain besar seperti Facebook/Oculus dan Google, pengembangan teknologi VR akan meningkat dengan sangat cepat. Jumlah pengguna perangkat VR diprediksi akan mencapai 98 juta orang di tahun 2017, 56 juta di antaranya adalah kelompok early adopter, 23 juta sisanya merupakan gamer kasual, sementara 9 juta sisanya adalah kelompok hardcore atau inovator.
Jumlah pengguna yang terus meningkat secara otomatis membuat kebutuhan akan komponen VR meningkat pula. Terdapat tiga komponen penting dalam VR, yaitu headset VR, perangkat elektronik pemutar konten VR, serta konten stereoskopis itu sendiri. Tiga unsur ini merupakan lahan potensial untuk digali, dan perlu dicermati oleh para pelaku startup.

Hal yang perlu diperhatikan saat terjun ke dunia startup VR

Menurut Fitriani, konten adalah raja dalam ranah VR yang masih sedang tumbuh ini. Oleh karena itu, bila hendak menggeluti VR sebagai startup, sebaiknya fokuslah pada penyajian dan distribusi konten. Bila menyangkut urusan hardware, tidak terlalu canggih pun tidak apa-apa. Yang penting bukan kecanggihan, tapi kenyamanan hardware tersebut.
Prinsip seputar hardware tercermin dari konsep yang diusung oleh produk Octagon VR Luna. Headset ini jelas bukan headset VR tercanggih di pasaran, tapi Octagon mengambil pendekatan dari sisi kenyamanan serta harga yang terjangkau. Octagon VR Luna sangat ringan dan kompatibel dengan sebagian besar smartphone, menjadikannya alternatif menarik bagi konsumen yang ingin menikmati VR di lingkup penggunaan sehari-hari.
Satu hal lagi yang perlu diingat adalah jangan takut untuk memulai. VR masih punya potensi sangat luas untuk digali, sehingga ide segila apa pun bisa memiliki kans sukses yang tinggi. Bila kamu punya ide mengenai konten VR yang bisa dikonsumsi masyarakat, langsung saja implementasikan tanpa ragu-ragu.

Beberapa potensi penggunaan VR di kehidupan

Dengan semakin menjamurnya VR di masyarakat, teknologi ini bisa mengubah cara kita menikmati konten digital, baik berupa hiburan ataupun konten serius. Beberapa bidang yang bisa mendapat keuntungan dari penggunaan VR antara lain:
  1. Pariwisata. VR bisa mengantarkan kita melancong ke mana saja kapan saja tanpa harus berpindah tempat secara fisik.
  2. Pendidikan. VR bisa mendukung pengalaman atau interaksi pembelajaran baru bagi para siswa. Google termasuk salah satu raksasa yang merambah bidang ini.
  3. Eksplorasi antariksa. Pengalaman terbang ke bulan bersama Neil Armstrong bukan lagi hanya impian.
  4. Terapi fobia dan operasi bedah. Salah satu contoh pemanfaatan VR dilakukan Dr. Anthony Rossi untuk melakukan operasi bedah jantung pasien anak-anak di Cina.
  5. Latihan dan pengembangan diri. Melalui VR, pengguna bisa mengalami beragam simulasi yang sulit untuk dilakukan di dunia nyata.
  6. Menonton film. Industri film bisa menyajikan konten video 360 derajat untuk membuat penonton seolah-olah menjadi bagian dunianya.
  7. Video game. VR memberikan pengalaman yang lebih immersive, terutama untuk game bergenre first person.
Ke depannya nanti bisa saja ada manfaat-manfaat VR yang saat ini belum terbayangkan. Saat ini VR memang masih produk yang cukup niche, namun hal itu diprediksi akan berubah dengan cepat dalam beberapa tahun ke depan. Pada tahun 2017, di seluruh dunia akan ada lebih dari 11 juta smartphone yang digunakan sebagai perangkat VR.
Jumlah perangkat VR smartphone diperkirakan akan jauh lebih tinggi daripada console video game yang hanya 5,25 juta, serta PC yang hanya 2,25 juta. Melihat tren tersebut, bisa disimpulkan bahwa pengembangan VR akan mengarah ke dua hal, yaitu portabilitas dan keterjangkauan harga. Bila dua hal tersebut sudah tercapai, tak akan lama lama sampai VR menjadi teknologi mainstream yang tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari.

Facebook gulirkan fitur bermain game lewat aplikasi mobile Facebook di tiga puluh negara



Hasil gambar untuk GAME DI FACEBOOK
Sekitar teknologi  – Mulai 29 November 2016, Facebook mengumumkan kehadiran platform game berbasis HTML5 bernama Instant Games. Lewat platform ini para pengguna bisa memainkan game sederhana Pac-Man, Galaga, Space Invaders, dan lain-lain langsung dari aplikasi mobile Facebook atau Facebook Messenger. Fitur serupa sebelumnya juga pernah diluncurkan oleh platform chat Telegram.
Sejauh ini Instant Games baru memiliki tujuh belas game, namun Facebook masih akan menambahnya di masa depan. Untuk itu, Facebook mengundang para developer untuk bergabung dan mengembangkan game di platform baru ini.
Sayangnya saat ini Instant Games baru tersedia di tiga puluh negara, dan Singapura adalah satu-satunya negara di wilayah Asia Tenggara yang sudah bisa menikmatinya. Belum ada keterangan kapan fitur ini akan tersedia di Indonesia.

Terbaru XIOMI Virtual Reality

Hasil gambar untuk xiaomi mi vr


Kabar gembira bwat kamu fans XIAOMI karena xiaomi baru saja mengeluarkan virtual reality yang di beri nama VI VR , sebuah perangkat VR denan fitur berkualitas tapi harganya amat murah dan ekonomis
Mengusung kmbinzsi warna hitam dan putih perangkat VR xiaomi yang diluncurka agustus sebelumnya ,dengan desain yang lebih keren dan gak kalah dengan VR lainnya

Jadi ,box alias kotak MI VR ini sangat aman untuk meletekan smartphone saat digunakan ,jadi anda gak perlu memegang box terus menerus atau takut jatuh
Uniknya lagi, bagian penyangga kepala yang bisa terbuat dari bahan tali diganti dengan bahan rubber berkualitas dengan desain keren seperti PlayStation VR. Dijamin deh, penampilanmu bakal nampak seperti penghuni bumi di masa depan ala film-film fiksi ilmiah.
Gak cuma desain aja yang super keren, tapi kemampuan VR ini pun patut diadu.
Ya, kemampuan Mi VR ini memang patut diadu dengan nama-nama perangkat VR terbaik lainnya. Pasalnya, Xiaomi memang telah membenamkan sensor khusus yang mampu menghasilkan latensi ultra-low sebesar 16ms.
Berkat kemampuan tersebut, Mi VR dilaporkan bisa mereduksi motion-sickness atau rasa mual maupun pusing yang timbul ketika kamu memakai perangkat VR. Keren gak tuh!
Gak cuma itu saja, Xiaomi juga dilaporkan melengkapi Mi VR dengan kontroler 9-axis yang dapat dimanfaatkan sebagai pengendali perangkat. Bentuknya sih seperti remote control yang simpel dan elegan, tapi jangan ragukan kemampuannya. Soalnya, kontroler ini nantinya akan sangat berguna untuk membuat permainan atau konten VR yang kamu nikmati via Mi VR jadi tambah sempurna.
Nantinya, pengguna Mi VR bisa nikmati ratusan konten VR sampai puas.
Ya, pengguna Mi VR nanti dilaporkan bisa menikmati ratusan konten VR yang telah disediakan oleh Xiaomi dalam platform khusus bernama MIUI VR. Dikutip dari situs resminya, platform tersebut setidaknya menyediakan 500 video panoramik dan 30 aplikasi games yang sudah mendukung MIUI VR.
Pihak Xiaomi yakin jika pengguna bakal puas menikmati konten VR di platform tersebut. Pasalnya, konten yang tersedia di platform tersebut dibuat khusus oleh sekitar 200 developer terbaik dari seluruh dunia. Jadi, dijamin deh konten di MIUI VR akan keren dan bikin kamu ketagihan.

Xiomi luncurkan internet Sepeaker hingga Rp. 700 Ribuan

Untuk bisnis perangkat audio, Xiaomi memang bukan pemain baru karena perusahaan Tiongkok ini sebelumnya telah banyak meluncurkan produk audio. Saat ini mereka telah memiliki banyak speaker dan earphone Mi Piston yang memiliki kualitas cukup baik. Namun tidak banyak orang yang tahu jika Xiaomi juga memiliki produk speaker wireless internet radio. Xiaomi Internet Radio meluncur awal tahun 2016 Xiaomi Internet Radio meluncur awal tahun 2016 Awal tahun ini Xiaomi telah merilis radio internet dengan kontrol sentuh di bagian atas dan tombol merah kecil di pojok kanan atas. Untuk menggunakannya, Anda harus memasangkannya ke smartphone Anda melalui Mi Home App sebelum mendapatkan akses ke stasiun online. Setelah itu Anda bisa memilih untuk menggunakan tombol merah untuk beralih ke stasiun radio atau tetap menggunakan ponsel Anda. Namun speaker tersebut memiliki kelemahan, yakni tidak memiliki built-in baterai, sehingga Anda harus memasangkannya ke stop kontak atau power bank kapan saja Anda ingin menggunakannya. Selain itu, Anda juga tidak bisa menggunakannya seperti speaker biasa. Namun perusahaan ini merilis sebuah speaker internet baru yang memecahkan hampir semua masalah tersebut dan dapat melakukan hal yang lebih banyak lagi. xiaomi-internet-speaker Xiaomi Internet Speaker Xiaomi Internet Speaker memang besar dan berat, dimana bobotnya mencapai 1,6 kg. Ini memiliki prosesor Amlogc 8726M3 Cortex A9 dan mendukung dual Band WiFi serta Bluetooth 4.1 untuk konektivitasnya. Ada built-in storage sebesar 8GB, port USB 2.0, dan jack tambahan yang memungkinkan Anda untuk tetap menikmati speaker ini bahkan jika tidak ada akses internet. Xiaomi Internet Speaker memiliki dua sub-woofer 2.5-inch untuk bass tambahan, dua driver utama, dan telah menggunakan teknologi bass channel vented. Terlepas dari cara mengendalikannya melalui tombol fisik atau Mi Home App, Xiaomi Internet Speaker juga mendukung kontrol suara. Tentu ini lebih praktis karena hanya perlu berbicara untuk mengontrol speaker ini. xiaomi-internet-speaker-connectivity Xiaomi internet Speaker Selain itu, speaker ini juga dapat berfungsi sebagai jam alarm dan akan membangunkan Anda dengan lagu yang telah ditetapkan sebelumnya, seperti produk Mi Alarm Clock. Namun ada satu hal yang mereka lewatkan, yakni tidak memberikan baterai di dalamnya. Jadi satu-satunya cara Anda dapat mengidupkan speaker itu melalui soket dinding dengan kabel listrik yang telah disertakan. Xiaomi mengatakan speaker ini dapat menarik lagu dari database lebih dari 20 juta dan terhubung dengan ribuan stasiun radio online. Sementara untuk harga, Xiaomi Internet Speaker dibanderol seharga ¥399 (Rp781 ribuan) dan akan mulai dijual pada tanggal 25 November 2016.

Selengkapnya: https://www.beritateknologi.com/xiaomi-luncurkan-internet-speaker-seharga-rp-700-ribuan/
Untuk bisnis perangkat audio, Xiaomi memang bukan pemain baru karena perusahaan Tiongkok ini sebelumnya telah banyak meluncurkan produk audio. Saat ini mereka telah memiliki banyak speaker dan earphone Mi Piston yang memiliki kualitas cukup baik. Namun tidak banyak orang yang tahu jika Xiaomi juga memiliki produk speaker wireless internet radio. Xiaomi Internet Radio meluncur awal tahun 2016 Xiaomi Internet Radio meluncur awal tahun 2016 Awal tahun ini Xiaomi telah merilis radio internet dengan kontrol sentuh di bagian atas dan tombol merah kecil di pojok kanan atas. Untuk menggunakannya, Anda harus memasangkannya ke smartphone Anda melalui Mi Home App sebelum mendapatkan akses ke stasiun online. Setelah itu Anda bisa memilih untuk menggunakan tombol merah untuk beralih ke stasiun radio atau tetap menggunakan ponsel Anda. Namun speaker tersebut memiliki kelemahan, yakni tidak memiliki built-in baterai, sehingga Anda harus memasangkannya ke stop kontak atau power bank kapan saja Anda ingin menggunakannya. Selain itu, Anda juga tidak bisa menggunakannya seperti speaker biasa. Namun perusahaan ini merilis sebuah speaker internet baru yang memecahkan hampir semua masalah tersebut dan dapat melakukan hal yang lebih banyak lagi. xiaomi-internet-speaker Xiaomi Internet Speaker Xiaomi Internet Speaker memang besar dan berat, dimana bobotnya mencapai 1,6 kg. Ini memiliki prosesor Amlogc 8726M3 Cortex A9 dan mendukung dual Band WiFi serta Bluetooth 4.1 untuk konektivitasnya. Ada built-in storage sebesar 8GB, port USB 2.0, dan jack tambahan yang memungkinkan Anda untuk tetap menikmati speaker ini bahkan jika tidak ada akses internet. Xiaomi Internet Speaker memiliki dua sub-woofer 2.5-inch untuk bass tambahan, dua driver utama, dan telah menggunakan teknologi bass channel vented. Terlepas dari cara mengendalikannya melalui tombol fisik atau Mi Home App, Xiaomi Internet Speaker juga mendukung kontrol suara. Tentu ini lebih praktis karena hanya perlu berbicara untuk mengontrol speaker ini. xiaomi-internet-speaker-connectivity Xiaomi internet Speaker Selain itu, speaker ini juga dapat berfungsi sebagai jam alarm dan akan membangunkan Anda dengan lagu yang telah ditetapkan sebelumnya, seperti produk Mi Alarm Clock. Namun ada satu hal yang mereka lewatkan, yakni tidak memberikan baterai di dalamnya. Jadi satu-satunya cara Anda dapat mengidupkan speaker itu melalui soket dinding dengan kabel listrik yang telah disertakan. Xiaomi mengatakan speaker ini dapat menarik lagu dari database lebih dari 20 juta dan terhubung dengan ribuan stasiun radio online. Sementara untuk harga, Xiaomi Internet Speaker dibanderol seharga ¥399 (Rp781 ribuan) dan akan mulai dijual pada tanggal 25 November 2016.

Selengkapnya: https://www.beritateknologi.com/xiaomi-luncurkan-internet-speaker-seharga-rp-700-ribuan/